Latar Belakang Organisasi

Pertumbuhan penduduk dan industri yang semakin pesat menghasilkan timbulan limbah padat dan cair  serta mempunyai karakteristik Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3) maupun Limbah Domestik. Selain itu jarak dari kegiatan industry dengan kawasan pemukiman semakin dekat sehingga menimbulkan paparan baik terhadap kesehatan maupun lingkungan.

Sangat disayangkan masih buruknya pengelolaan limbah baik limbah B3 dan non B3 terlihat mulai dari kurangnya upaya pencegahan atau setidaknya pengurangan jumlah limbah, kurangnya sistem pemilahan, penempatan atau pengumpulan limbah yang tidak sesuai aturan, serta masih tidak konsistennya sistem pengolahan dan pembuangannya.

Pengolahan limbah secara thermal (Incinerator) adalah salah satu alternatif dalam pengolahan limbah B3 baik untuk limbah industri maupun limbah dari kegiatan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes). Jenis serta kapasitas yang diproduksi oleh para produsen incinerator juga beragam, dimulai dari kapasitas kecil hingga  cukup besar. Salah satu kegiatan pengolahan limbah yang saat ini banyak permasalahan yang timbul adalah pengolahan limbah B3 yang mempunyai karakteristik Infeksius dari kegiatan Rumah Sakit/Klinik/Puskesmas. Hal ini disebabkan karena lemahnya pemahaman tentang pengelolaan dan pengolahan limbah infeksisus. Spesifikasi Incinerator yang dibutuhkan untuk mengolah limbah B3 dari Fasyankes harus memenuhi peraturan yang berlaku dan hal ini tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : 56/Menlhk-Setjen/2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Asosiasi Produsen Insinerator Indonesia adalah perkumpulan perusahaaan-perusahaan yang merancang, membuat dan melakukan instalasi alat pengolah limbah berupa Incinerator. Maksud dan tujuan APII adalah memperkuat produksi incinerator dalam negeri untuk menghadapi persaingan global dan mempersiapkan kemampuan ekspor.

Asosiasi Produsen Insinerator Indonesia (APII) dibentuk atas kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan limbah dan sampah dengan menggunakan teknologi insinerator di Indonesia, sehingga para pendiri assosiasi ini memutuskan untuk membentuk sebuah wadah yang bisa menjadi partner pemerintah, swasta, dan pelanggan ke depannya untuk mendapatkan informasi serta teknologi insinerator terbaik yang diproduksi oleh perusahaan lokal di Indonesia.

API Indonesia berkedudukan di Jalan Darmawangsa – X No. 76A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. APII dideklarasikan pada tanggal 18 Desember 2017 di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Jl. D.I. Panjaitan, Kebon Nanas, Jakarta Timur. Adapun egiatan-kegiatan yang dilakukan antara lain:

Untuk maksud dan tujuan tersebut di atas, asosiasi menjalankan kegiatan sebagai berikut :

  1. Menciptakan kebersamaan antar produsen incinerator.
  2. Memberikan justifikasi secara teknologi tentang keunggulan incinerator sebagai alat pengolah limbah B3.
  3. Menyampaikan pada instansi terkait mengenai keunggulan teknologi insinerasi dibandingkan teknologi pengolah limbah B3 non incinerator.
  4. Memberikan masukan pada regulator (pembuat perundang-undangan) mengenai penerapan teknologi incinerator, tata cara pengoperasian dan penggunaan incinerator untuk pengolahan limbah B3.
  5. Menyampaikan kepada para pihak pemangku kepentingan lingkungan di Indonesia bahwa incinerator yang baik tidak mencemari lingkungan.
  6. Memperjuangkan konsep incinerator sebagai pengolah limbah B3 yang paling efektif, layak digunakan dan tidak mencemari lingkungan.
  7. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat luas, akademisi, tokoh masyarakat bahwa emisi yang dihasilkan incinerator sama kualitasnya dengan emisi pembangkit listrik, industri pada umumnya dan emisi kendaraan bermotor.