Spesifikasi Insinerator yang dibutuhkan untuk mengolah limbah B3 baik dari industri maupun dari Fasyankes harus memenuhi peraturan yang berlaku dan hal ini tercantum dalam PP 101 Tahun 2014 dan Lampiran PP No. 01 tahun 2013 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : 56/Menlhk-Setjen/2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

 

ASPEK TEKNIS

Persyaratan teknis Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun sesuai  PP 101 Tahun 2014 dan Lampiran PP No. 01 tahun 2013 serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : 56/Menlhk-Setjen/2015, adalah sebagai berikut:

  1. Efisiensi pembakaran > 99,95%;
  2. Temperatur pada ruang bakar utama (primary chamber) minimum 800 C (temperatur operasional);
  3. Temperatur pada ruang bakar kedua (secondary chamber) minimum 1000 C (temperatur operasional), dengan waktu tinggal minimum 2 (dua) detik;
  4. Memiliki alat pengendali pencemaran udara (misal: wet scrubber);
  5. Ketinggian cerobong minimum 14 meter dari permukaan tanah; dan
  6. Memenuhi baku mutu emisi.
    • Pengolahan limbah sitotoksik (genotoksik) pada temperatur > 1200 C

Insinerator  mempunyai 2 (dua) Ruang Bakar, yaitu:

  • Ruang Bakar 1 : Tempat Proses Pembakaran Limbah.
  • Ruang Bakar 2 : Tempat Pembakaran Lanjutan gas-gas yang dihasilkan dari Ruang Bakar 1.

Safety untuk operator:

Tekanan Udara di Ruang Bakar 1 dan 2 harus lebih rendah dari tekanan udara sekitar, (tekanan udara ruang bakar negatif). Sehingga aman ketika operator mengumpankan limbah jika incinerator tidak dilengkapi pengumpanan secara mekanis.

 

PEMILIHAN ALAT

Saat ini banyak Produsen Incinerator yang membantu konsumen sampai mendapatkan ijin operasional alat dari KLHK. Oleh karena adanya keterlibatan Produsen Incinerator memainkan peranan penting, karena disisi lain konsumen sangat terbantu dengan bantuan teknis ini.

Beberapa daftar periksa dibawah ini akan membantu para konsumen untuk memilih Produsen Incinerator sebagai strategi perencanaan kebutuhan alat pengolah limbah, yaitu:

  1. Apakah Produsen Incinerator memiliki Registrasi Teknologi Ramah Lingkungan? (YA/TIDAK), jika Ya (Minta nomor registrasi dan cek di situs web : http://standardisasi.menlhk.go.id
  2. Apakah Produsen memiliki rekam jejak pada incinerator sebelumnya yang telah lulus dan mendapatkan izin operasional dari KLHK? (YA/TIDAK), jika YA (minta bukti Izin yang sudah diterbitkan oleh KLHK).
  3. Apakah Produsen menawrkan jaminan penuh bahwa Incinerator yang diproduksi akan mendapatkan izin operasional dari KLHK/ (YA/TIDAK) jika YA (Minta surat resmi dari Produsen Incinerator).
  4. Apakah Produsen diakui statusnya oleh Asosiasi terkait seperti Asosiasi Produsen Incinerator Indonesia (APII)? (YA/TIDAK) minta bukti terkait.
  5. Apakah Produsen menawarkan garansi penuh terhadap ketersediaan suku cadang dan transfer pengetahuan teknis untuk operator Incinerator? (YA/TIDAK) minta surat resmi.

 

Jika terdapat jawaban TIDAK dari salah satu daftar periksa diatas, maka Konsumen harus mempertanyakan kemampuan dan tanggungjawab Produsen terhadap Produk yang dihasilkannya.